Tunggu, sedang memuat. . .

Sinopsis Uttaran Episode 362 Bagian Ketiga

Sinopsis Uttaran Episode 362 Bagian Ketiga – Akash dan meethi lalu memotong kue dan berdansa berdua, sedangkan nenek buyut pergi ke rumah sakit sendiri sambil membawa berkas yang telah ditandatangani oleh muktha.

Dokter lalu berkata pada nenek buyut bahwa ia tidak menyangka sang istri telah menandatangani formulirnya dan nenek berkata jika muktha telah cukup dewasa untuk dapat menggunakan logikanya dan lebih baik jika mereka melepaskan penderitaan vishnu dan muktha telah membaca berkas itu dengan teliti serta menandatanganinya dengan penuh kesadaran.

Dokter lalu berkata pada suster agar melepas semua alat bantu pada vishnu dan memindahkannya ke ruangan lain. Sementara muktha sadar jika jam tangannya mati dan berpikir apa mungkin vishnu dalam bahaya karena selama jantung vishnu berdetak maka jam ini juga tetap bergerak.

Muktha lalu panik setelah jam tangannya mati 2 kali dan langsung pergi ke rumah sakit dengan tapasya dan rathore namun mereka tidak melihat vishnu di kamarnya.

Baca Juga: Sinopsis Uttaran Episode 362 Bagian Kedua

Sinopsis Uttaran Episode 362 Bagian Ketiga

Sinopsis Uttaran Episode 362 Bagian Ketiga

Muktha lalu memanggil nama vishnu dan berkata ada yang tidak beres dan mereka berlari ke sebuah kamar setelah mendapatkan informasi dari suster.

Rathore kaget dan berkata kenapa semua alat bantu vishnu dilepas dan meminta vishnu segera dipindahkan kembali ke ruang ICU sekarang juga.

Muktha bertanya atas ijin siapa vishnu dipindahkan dan dokter berkata jika itu atas persetujuan dari muktha dan muktha sendiri yang meminta dokter untuk menghentikan alat bantu vishnu dan rathore meminta buktinya.

Dokter lalu memperlihatkan berkas yang telah ditandatangani muktha dan muktha ungatsaat nenek memaksa dirinya untuk menandatangani berkas dengan alasan investasi uang.


Paling POPULER : Sinopsis Terbaru

Muktha lalu bekata lagi bahwa nenek telah menipunya dan membuatnya menandatangani berkas itu lalu muktha marah pada nenek di rumah dan berkata kenapa bohong padanya serta berudaha untuk menjauhi vishnu darinya.

Nenek lalu berkata jika ia tidak sanggup melihat muktha seperti itu dan tidak ada lagi yang dapat ia lakukan dan muktha juga akan menjadi seorang ibu dan tidak memikirkan diri sendiri dan lebih mengurus vishnu dan bahkan dokter juga telah menyerah untuk menyembuhkan vishnu.

Rathorw dan tapasya juga ikut marah pada nenek dan muktha memutuskan untuk membawa vishnu pulang dan merawatnya di rumah.

Takhur lalu berkata bahwa vishnu akan menjadi tanggung jawabnya untuk tinggal di rumah itu dan jika terjadi apa – apa dengan vishnu selama ia di rumah itu maka takhur akan menjadi orang pertama yang mengangkat jarinya.

Sementara itu, akash bangun lebih awal dan bersiap – siap membuatkan makanan untuk meethi di dapur lalu meethi turun dari kamarnya dan tertawa saat melihat kostum akash saat memasak.

Akash berkata ia sedang masak makanan kesukaan meethi dan meethi berkata akan membantunya namun akash berkata tidak perlu dan berkata jika ia juga pernah mengurus semuanya di rumah kakek selama 21 hari dan ia akan melakukannya lagi dengan sepenuh hati dan hari itu dia adalah juru masak meethi.

Meethi lalu berkata baiklah suamiku, juru masakku akash chatterjee dan mengucapkan terimakasih dan berkata agar hati – hati saat memasak.

Akash lalu teriak karena tangannya menyentuh wajan saat meethi baru saja mau pergi dari dapur dan meethi menhampiri akash dan mengobati jari akash yang terluka.

Ekadish yang sedang lewat hanya tersenyum melihatny mereka berdua kembalu akrab dan akash memeluk meethi dari belakang. Meethi berkata agar dilepaskan karena takut ada yang datang dan akash berkata tidak ada yang datang.

Meethi sadar ada ekadish disitu dan langsung melepaskan pelukan akash lalu ekadish membawa pooja thali lalu memberkati mereka berdua.

Sementara itu, rathore sedang memijat tapasya yang sedang menjaga vishnu dan tapasya berkata bagaimana jika nenek atau yang lain datang dan rathore berkata mereka akan berpikir jika ia pintar mengurus istrinya.

Muktha yang sedang di dekat pintu, diam – diam mendengar pembicaraan mereka. Tpasya berkata mereka tidak pernah menghadapi hari sulit seperti itu sebelumnya dan bertanya kapan putri – putri mereka akan bahagia dalam pernikahan mereka dan setelah itu mereka dapat pulang dan berbicara sekama berjam – jam, tetapi ia berpikir kapankah itu akan terjadi.

Sinopsis Uttaran Episode 362 Bagian Ketiga | Maressa Bernadetta | 4.5
error: Content is protected !!