Tunggu, sedang memuat. . .

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 16 Part 2

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 16 Part 2

Dirumah baru
Jae Pyo sudah duduk menerima penghormatan dengan sujud dari sepasang pengantin, setelah itu keduanya duduk dengan sopan. Moo Gak meminta Jae Pyo sekarang tak perlu mengkhawatirkan Cho Rim karena sudah ada dirinya yang menjaganya dan mereka akan hidup bahagia. Jae Pyo dengan mata terharu berterimakasih pada Moo Gak.
“Cho Rim… kau harus mendapatkan nama lamamu kembali dengan nama Choi…Eun Sul.” ucap Jae Pyo
“Tidak, Ayah. Aku masih anakmu. Aku akan mengurus almarhum orang tuaku Tapi aku akan mengurusmu juga. Aku Oh Cho Rim, putrimu!” kata Cho Rim, Jae Pyo kembali mengucapkan terimakasih.
“Aku telah memutuskan untuk pindah kembali ke Jeju.” kata Jae Pyo
“Oh, ya? Kalau begitu ayah pindah kembali ke kampung halaman kita! Aku menyukainya. Ini kan sangat bagus mengunjungi ayah di kampung halaman kita.” ungkap Moo Gak bahagia.
“Kalian telah mengatasi banyak kesulitan. Aku sangat bangga pada kalian dan Kalian akan bahagia dari sekarang.” ucap Jae Pyo mempersatukan dua tangan mereka. 
Moo Gak memberikan selembar kertas pada Cho Rim dan juga pulpen. Cho Rim merasa gugup dengan mengisi kertas itu maka mereka akan dinyatakan oleh negera sudah menikah. Moo Gak mengangguk, lalu menyuruh Cho Rim cepat untuk memberikan tandatangan.
“Tapi siapa yang akan menjadi saksi kita ketika kita mengajukan permohonan izin menikah?” tanya Cho Rim sedikit binggung
“Aku akan meminta seseorang untukmu.” kata Moo Gak dengan tersenyum manis
“Aku akan meminta seseorang untukmu, Petugas Choi!” balas Cho Rim tak mau kalah.
Moo Gak penasaran siapa yang akan menjadi saksinya, Cho Rim mengelengkan kepala tak belum ada ide siapa yang menjadi saksi mereka. Moo Gak juga dengan cuek mengatakan ia juga belum ada ide. Cho Rim tahu ini permainan Moo Gak untuk menyembunyikan semuanya. 

Ae Ra datang membawakan pesanan makanan untuk Cho Rim dan Yum Mi. Cho Rim mengeluarkan surat permohonan izin menikah dan ingin Yum Mi menjadi saksinya. Ae Ra protes karena dirinya bisa jadi saksi. Cho Rim menyuruh Ae Ra cepat pergi saja. Yum Mi tersenyum melihat dua sahabat yang masih terlihat seperti anak kecil.
“Tapi Cho Rim… Apakah aku benar-benar orang yang tepat  untuk melakukan ini?” tanya Yum Mi ragu
“Petugas Choi memandang Anda sebagai orang yang mengubah hidupnya. Itulah sebabnya kami memintamu. Anda akan melakukannya untuk kita, ‘kan?” tanya Cho Rim berharap
“Tentu saja. Detektif Choi menyelamatkan hidupku!”kata Yum Mi
“Aku kadang merasa cemburu dengan persahabatanmu dengan Petugas choi.”komentar Cho Rim
 “Dan Itu membuatku senang, karena Itu juga membuatku senang melihat betapa pedulinya Detektif Choi padamu. Jadi aku juga menyukai kalian berdua! Ditambah lagi kau sangat lucu!”balas Yum Mi
Cho Rim tersipu malu menurutnya apabila Yum Mi seorang pria maka ia akan mengajakny pergi keluar. Yum Mi menceritakan dirinya itu punya sedikit penyakit, yaitu saat bertemu dengan seorang pria, dirinya akan melakukan yang terbaik saat berkenalan, dengan bertanya hobi, apa yang ia pikirkan dan trauma apa saja yang dimiliki tapi ternyata itu membuat pria menjauh. Cho Rim pikir pria seperti itu lebih baik disingkirkan saja. 

Ketua Rombongan kaget dirinya diminta menjadi saksi pernikahan Cho Rim, Moo Gak menceritkan   Cho Rim memandang ketua rombongn sebagai seseorang yang mengubah hidupnya, jadi ia datang untuk mem mendapatkan tanda tangannya
“Itu membuatku cemburu! Apa kau tahu berapa banyak dia peduli untuk Cho Rim? Dia selalu sedih setelah menegur Cho Rim!” komentar Woo Yah sinis
“Itu membuatku ingin dimarahi oleh dia juga!” tambah In Bae yang sedang dimake up.
Moo Gak mengucapkan  selamat kepada keduanya yang melakukan debut di TV.Keduanya sudah siap untuk syuting, Woo Ya yang sinis tetap memberikan selamat berbahagia dan mengancam akan menghajarnya apabila membuat Cho Rim tak bahagia. Moo Gak tersenyum memberikan semangat.
“Aku senang Uh Woo Ya telah menjadi sukses. Ini menjadi jalan yang sangat sulit baginya. Aku telah mengenalnya sejak kecil.” cerita ketua rombongan dengan mata berkaca-kaca lalu memberikan tanda tangannya lalu mengembalikan pada Moo Gak 
“Moo Gak. Aku tidak belajar banyak di sekolah dan tidak cerdas. Tapi aku belajar satu hal, selagi membuat orang lain tertawa. “Aku kurang dari orang lain. Aku di bawah orang lain.” Aku hanya bisa membuat orang lain tertawa setelah aku berpikir seperti itu. Orang Bodoh membuat orang tertawa dn Komentar bodoh membuat orang tertawa. Tolong buat Cho Rim tertawa.” pesan Ketua Rombongan
“Ya. Aku akan ingat itu. Terima kasih.” ucap Moo Gak lalu keluar dari ruang make up. 

Kasus pembunuhan di Apartement
“Seo Joong Ahn, Umur 63 tahun. Dia tinggal di sini sendirian, pemilik sembilan bangunan di sekitar sini dan menjalani gaya hidup hemat.”
 Detektif Yeh menceritkn semua orang disekitar apartement Joon Ahn adalah orang yang sangat serius dan kikir. Detektif Ki memperkirakan waktu kematiannya 12 jam yang lalu. Kang Hyun melihat tim forensik tak mendapatkan sesuatu yang berguna dari sini dan akan menjadi penyelidikan yang sulit.
“Kita mungkin tidak dapat melihatnya, tapi ini… Pasti ada aroma di sini!” ucap detektif Ki
“Ah… benar…Jika kita masih punya Moo Gak dan Cho Rim…” keluh Kang Hyun
“Mereka berangkat bulan madu besok.” ucap Detektif Yeh. Kang Hyun tersenyum karena Moo Gak berangkat besok bukan hari ini. 

Cho Rim dan Moo Gak masuk ke dalam rumah saling memeluk erat, seperti tak ingin dilepaskan. Moo Gak mengatakan ini pertama kalinya mereka masuk rumah sebagai pertama kali setelah mendaftarkan pernikahan. Setelah duduk disofa, Cho Rim juga mengatakan ini pertama kalinya mereka duduk disofa sebagai pasangan menikah.
Moo Gak mencium Cho Rim sebagai Ciuman pertama sebagai pasangan menikah, Cho Rim tersipu malu.
“Kalau begitu aku akan mandi pertama kalinya sebagai pria yang sudah menikah!” teriak Moo Gak dengan tertawa bahagia, melempar jasnya ke depan Cho Rim
Terdengar bunyi bel rumah, Cho Rim  membuka pintu melihat Kang Hyun datang dan mempersilahan masuk. Kang Hyun berbasi-basi menanyakan kehidupan keduanya setelah menikah. Cho Rim juga belum tahu karena masih seminggu dan mungkin butuh waktu untuk mengetahui itu.
“Sejujurnya, aku di sini untuk minta bantuanmu. Ini menyangkut masa depan dan hidupku!” kata Kang Hyun memohon. 

Moo Gak keluar dari kamar mandi dengan handuk dan berdiri untuk mengoda Cho Rim. Tapi ia binggung tak melihat Cho Rim di depan ruang TV, malah melihat kertas yang ada diatas meja.
“Aku pergi dengan Inspektur Kang…” tulis Cho Rim, Moo Gak hanya bisa menghela nafas karena Cho Rim malah meninggalkannya setelah menikah. 

Detektif Ki mengeluh tak ada apapun di TKP. Kang Hyun membaca Cho Rim masuk ke dalam TKP untuk membantu penyelidikan, meminta untuk melihat sekeliling ruangan.
“Saya bukan seorang polwan, jadi tidak yakin jika diizinkan untuk melakukan investigasi seperti ini.” ungkap Cho Rim melihat kesekeliling ruangan
“Kita bisa membuatmu seorang polwan kapan pun kau mau! Apa kau tertarik?”kata Kang Hyun mengajak Cho Rim masuk sebagai detektif.
Cho Rim melihat ada sesuatu yang keluar dari kolong meja, ada aroma makanan laut, seperti cumi-cumi, teripang. Detektif Yeh memeriksa dibagian bawah ditemukan kancing baju. Detektif Ki tak menyangka Cho Rim itu sangat hebat.
“Tak banyak debu di atasnya. Jadi mungkin ini terlepas baru-baru ini. Kelihatannya seperti kancing wanita, ‘kan?” kata Detektif Yeh melihat bentu kancing sekilas, Cho Rim mengangguk
“Aku punya firasat dan akan kembali.” kata Detektif Ki lalu pergi bersama Detektif Yeh.
“Ini harusnya cukup, Cho Rim.Aku akan mengantarmu pulang. Kau tidak bisa membiarkan Moo Gak menunggu terlalu lama. Dia pasti sudah selesai mandi.” goda Kang Hyun mengajak Cho Rim pulang. 

Detektif Yeh dan Ki berdiri di depan  [Restoran Makanan Laut] Detektif Ki melihat tulisan di dalam cumi-cumi dan teripang, sesuai dengan yang dikatakan Nona Cho Rim. Detektif Yeh mengingatkan sekarang Cho Rim itu adalah Nyonya sekarang.
Seorang wanita memberitahu restoran belum buka, Detektif Ki memperlihatkan ID Cardnya sebagai polisi dari sektor selatan. Detektif Yeh memperlihatkan foto korban lalu bertanya apakah wanita itu mengenal Tuan  Seo Joong Ahn,  Pria Pemilik gedung. Si wanita membuka celemeknya.
“Ini kancing yang sama.” kata Detektif Yeh menunjuk dibagian rompi si wanita
“Apa Anda sadar kehilangan satu kancingmu di sana?” tanya Deketif Ki menunjukan kancing yang hilang
“Saya mendengar Anda beradu argumen dengan pemilik gedung ini setelah harga sewa dinaikkan. Apakah itu sebabnya Anda membunuhnya?” tanya Detektif Yeh mulai bisa menemukan ujung dari kasus ini
“Maafkan saya…” kata si wanita dengan membungkukkan badannya sambil menangis
“Nyonya, Anda kini ditahan sebagai tersangka pembunuhan. Anda punya hak untuk tetap diam dan Anda punya hak untuk berkonsultasi dengan pengacara.”kata Detektif Ki dan langsung membawa keluar si wanita dari restoran. 

Detektif Yeh dan Ki masuk ke dalam ruangan dengan wajah sumringah karena menemukan barang bukti pisau di taman dekat TKP berdasarkan pengakuan dari si wanita. Kang Hyun sangat senang menyuruh Detektif Ki melihat sidik jarinya sekarang.
“Kelihatan sekali kau sangat senang! Ini mungkin berkat Nyonya Cho Rim!” komentar Detektif Yeh melihat wajah Kang Hyun sumringah
“Aku harus mentraktir Nyonya Cho Rim keluar! Lakukan reservasi untuk makan malam besok!”kata Kang Hyun penuh semangat.
“Dia berangkat besok bulan madu. Jadi lakukan lain waktu saja” saran Detektif Yeh
“Ahh…Itu mengingatkanku pada bulan maduku!” ungkap Kang Hyun
“Kau punya tujuh anak. Tampaknya bulan madumu tidak pernah berakhir.” goda Detektif Yeh lalu pergi. 

Cho Rim mengunakan kacamata renang memanggil Moo Gak, terlihat Moo Gak mengunakan kacamata yang sama menyuruh Cho Rim tak perlu mengunakan kacamata yang sama dengannya. Cho Rim melepaskan lalu binggung memilih bawa bikini atau baju renang satu piece. Moo Gak dengan ketus menjawab bawa dua-dua saja.
“Tapi apakah ada sesuatu yang salah? Apa kau marah?” tanya Cho Rim melihat sikap Moo Gak
“Jadi kau hanya pergi sendiri melakukan penyelidikan?”kata Moo Gak melepaskan kacamata renangnya.
“Itu… Itu bukan penyelidikan. Inspektur Kang hanya membawaku tanpa berkata banyak!” jelas Cho Rim
Moo Gak menanyakan dengan tegas Cho Rim itu melakukan penyelidikan atau tidak. Cho Rim tak tahu tapi mungkin hanya sedikit saja. Moo Gak melempar kacamatanya, memasang wajah cemberut.
Cho Rim duduk disamping Moo Gak meminta tidak marah karena terlihat sangat imut lalu memeluknya. Moo Gak hanya bisa tersenyum, Cho Rim mengelus rambut Moo Gak mengingatkan dirinya tak bisa melakukan penyelidikan tanpa Moo Gak jadi memintanya tidak ngambek.
Moo Gak tak  terima Cho Rim mengatakan dirinya itu mengambek, lalu memberitahu ngambek yang sebenarnya memberikan suara harimau dengan tangan macan, Cho Rim memperingatkan Moo Gak untuk tidak melakukannya. Tapi Moo Gak tetap memberikan kelitikan pada Cho Rim. 

Mobil Moo Gak sudah dihias dengan bungan seperti mobil pengantin baru, terlihat ada nama Cho Rim dan Moo Gak dibagian kaca mobilnya. Cho Rim dengan sengaja melambaikan tangannya keluar dari jendela dengan perasaan bahagia.
“Setelah kita parkir di bandara dan naik pesawat dalam enam jam, kita akan menikmati  bulan madu yang indah di pantai tropis!” ucap Moo Gak bahagia, Cho Rim juga tertawa bahagia mereka akan segera bulan madu.
Tiba-tiba mobil polisi datang dibelakang mereka, Moo Gak binggung kenapa mobil polisi mengikuti mereka. Cho Rim pikir Moo Gak mengendarai melebihin kecepatan. Moo Gak melihat ia mengendarai dengan kecepatan standar.
“5265, menepi sekarang.”terdengar suara polisi dari belakang, menyuruh keduanya untuk berhenti. 

Moo Gak menepi dan langsung keluar dari mobil, Cho Rim kaget ternyata yang ada di mobil polisi Detektif Yeh dan Ki. Dengan bertolak pinggang, Detektif Ki memberitahu Cho Rim kalau si wanita yang mereka tuduhkan itu bukan pembunuhnya.
“Kau benar-benar salah tentang dugaanmu!” teriak Detektif Yeh kesal
“Tapi kau bilang dia mengaku!” ucap Cho Rim membela diri
“Anaknya datang ke kami pagi ini, dan bilang dia yang melakukannya!” cerita detektif Ki terlihat binggung
“Jadi, kau bilang ibu dan anak itu mengaku sebagai pembunuh?” ucap Moo Gak,
Cho Rim mengangguk setuju dan merasa bersalah pada dua detektif, lalu binggung apa yang harus dilakukan sekarang. Moo Gak menegaskan mereka harus menemukan siapa pembunuhnya, Detektif Ki sedikit memberikan senyuman lalu menutupinya rasa bahagianya dengan mengumpat. 

Moo Gak sudah ada diruang interogasi dengan wanita pemilik restoran, Dua detektif dan Cho Rim melihat dari ruangan kontrol.
“Nyonya, Aku tahu ini sulit bagimu, tapi aku harus mengajukan beberapa pertanyaan. Anakmu sedang bersamamu di TKP, ‘kan?” tanya Moo Gak
“Tidak, anakku tak ada di sana. Aku melakukannya sendiri.”kata Si wanita
“Itu benar. Kau melakukannya sendiri. Ketika kau pergi ke rumahnya, pemiliknya sudah mati dengan pisau di perutnya. Setelah kau melihat pisau, kau tahu itu dilakukan oleh anakmu. Jadi kau mengambil pisau dan melemparkannya keluar di taman.” dugaan Moo Gak, Wanita itu tertunduk
“Nyonya…. anakmu harus mengatakan ini untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan.” perintah Moo Gak
“Tidak! Aku melakukannya. Kenapa kau selalu mengatakan anakku melakukannya? Aku membunuhnya. Jawabanku akan sama tidak peduli berapa kali kau bertanya kepadaku. Aku melakukannya!” tegas Wanita 

Anak dari si wanita kembali dibawa ke ruang interogasi, Moo Gak melakukan hal yang sama dengan si ibunya.
“Ibumu denganmu di TKP, ‘kan?” tanya Moo Gak
“Tidak, ibuku tak di sana. Ibuku memberikan pengakuan palsu untuk menyelamatkanku!” Teriak si anak
“Pisau yang digunakan untuk pembunuhan adalah pisau yang digunakan untuk menyiapkan makanan laut. Di mana kau membuangnya keluar?” tanya Moo Gak
“Aku tak tahu dan tak ingat. Tidak ada seorang pun yang pikirannya jernih setelah membunuh seorang pria.” jawab si pria

Cho Rim melihat ada aroma yang berbeda dari sepatu si pria ada warna orange dan biru, setelah itu berbisik memangil Moo Gak. Detektif Ki mendengar Cho Rim memanggil Moo Gak lalu menekan tombol untuk memanggil Moo Gak keruang kontrol.
“Sekarang aku berpikir tentang hal ini,  beberapa hal aneh tentang TKP. Ada beberapa jejak aneh. Mereka berasal dari sepatu. Tapi setiap langkah kaki punya aroma yang berbeda di atasnya. Tiap langkah kaki kanan punya aroma ikan dan kaki kiri punya aroma herbal yang sangat kuat”jelas Cho Rim mengingat ada jejak aroma dilantai
“Tapi… Sepatunya punya aroma yang sama.”kata Cho Rim menunjuk kedua sepatu si pria.
“ Jadi anaknya adalah pembunuh yang sesungguhnya!” ucap Detektif Yeh
“Tapi… kanan dan kiri tertukar! Pria itu, sisi kanan aroma  herbal dan sisi kiri aroma ikan. Jadi itu kebalikan dari apa yang aku lihat di TKP.” jelas Cho Rim, Moo Gak langsung keluar dari ruangan. 

“Song Woo Shik, Dengarkan baik-baik. Kau bukan pembunuhnya.” kata Moo Gak kembali menemui si pria diruang interogasi
“Aku pembunuhnya, Bukan ibuku.” ucap Woo Shik
“Aku mencoba menyelamatkan kalian, kau dan ibumu! Apa kau tahu siapa saja yang memakai sepatu yang sama sepertimu?” tanya Moo Gak
“Belum lama ini… Seorang pria bernama Kim Hyun Soo  tinggal bersama kami. Ibuku membeli dua pasang sepatu yang sama bagi kita.” Cerita Woo Shik
Moo Gak menanyakan keberadaan Hyun Soo sekarang. Woo Shik pikir Hyun Soo itu sedang bekerja di sebuah toko herbal. Detektif Yeh akhirnya masuk juga ke ruangan interogasi menanyakan alamat tokonya
Detektif Yeh berjalan melihat sebuah toko yang berada di tikungan jalan, lalu menanyakan apakah seorang pria yang sedang mengepak obat herbal bernama Kim Hyun Soo. Pria itu membenarkan. 

Detektif Yeh membawa Hyun Soo masuk ke ruang interogasi dan duduk disamping Woo Shik. Kang Hyun langsung menanyakan siapa diantara keduanya yang membunuh Tuan Seo. Keduanya saling berpadangan, Moo Gak langsung menunjuk Hyun Soo. 
“Kau ditangkap atas pembunuhan Seo Joong Ahn.” kata Moo Gak
“Bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu? Apa kau punya bukti?” tanya Hyun Soo, Woo Shik juga tak percaya temannya itu pembunuhnya.
“Fakta bahwa mereka punya sepatu yang sama adalah bukti.” tegas Moo Gak, Detektif Yeh berbisik seperti tak masuk akal buktinya adalah sepatu.
Detektif Ki masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah tas, berisi uang dan emas batangan yang hilang dari rumah korban. Kang Hyun memperlihatkan emas batangan dan Uang dengan menanyakan darimana asalnya. Detektif Ki memegang pundak Hyun Soo.
“Dari loker pribadi Tn. Kim di dalam tokonya.” kata Detektif Ki, Woo Shik tak percaya temanya itu yang membunuh Tuan Seo. 

Flash Back
Hyun Soo mencari-cari sesuatu di laci rumah korban dan saat itu juga Tuan Seo datang memergokinya.
“Kau masuk ke rumah pemilik mencuri barang-barang…kemudian kau berlari menuju  ke pemilik rumah. Kau menikam pemilik rumah itu dengan pisau temanmu yang kau ambil dari toko ikannya.”
Hyun Soo langsung pergi memmbawa tas yang berisi uang dan emas membiarkan pisau tergeletak begitu saja.
“kemudian ibu temanmu datang ke rumah untuk membayar sewa apartemennya dan melihat pemilik tergeletak di lantai. Ketika dia melihat pisau, dia pikir anaknya melakukannya. Karena anaknya baru bertengkar dengan pemilik sewa. Jadi dia mengambil pisau itu dan menjatuhkan kancing di lantai untuk menyelamatkan anaknya.”
Hyun Soo berlari keluar dari rumah dan mengunakan sepatu yang berbeda
“Kau, Kim Hyun Soo, membuat kesalahan besar bahkan sebelum memasuki pemilik rumah.  Saat meninggalkan rumah,  kau salah menggunakan sepatu sebelah kanan temanmu.”
“Jadi karena kesalahanmu,  sepatumu akhirnya… beraroma herbal di kiri  dan aroma ikan di kanan.” tegas Moo Gak penuh dendam.
Detektif Yeh dan Ki mengangkat dua sepatu yang berbeda satu terlihat kotor dibagian kiri dan kanan terlihat bersih. Woo Shik melonggo tak percaya temannya itu ternyata pembunuhnya.
“Inilah alasan kenapa kau pembunuhnya dan Itulah yang inspektur kita pikirkan.” kata Moo Gak tetap menganggap semua yang ia ucapkan itu dari Kang Hyun
“Kirim dia ke penjara!” perintah Kang Hyun pada Hyun Soo, semua tim bertepuk tangan termasuk Cho Rim. 

Woo Shik dan Ibunya mengucapkan sangat berterimakasih dengan semuanya, bahkan Woo Shik mempersilahkan keduanya untuk datang ke restoran untuk mentraktirnya. Ibu Woo Shik juga tahu kalau mereka berdua yang menyelamatkanya. Cho Rim merasa tak masalah walaupun mereka harus melewatkan bulan madunya. Moo Gak menyenggolnya supaya tak membahasnya, setelah itu Woo Shik dan ibunya pamit.
“Aku mendengar kau melakukannya dengan baik dalam memecahkan kasus itu. Detektif Choi… Apa kau tertarik bergabung dengan timku? Aku bersedia menyerahkan mereka berdua untukmu!”ucap Inspektur Sa yang baru datang
“Anda meninggalkan kami, Inspektur?” kata anak buahnya memegang lengan bagian kiri
“Ke mana Anda melepas kami, Inspektur?” ucap anak buah satunya memegang lengan bagian kiri
Keduanya seperti tak mau pisah, Inspektur Sa melepaskan dua tangan anak buahnya lalu menyuruh keduanya pergi karena ia ingin sendiri saja. Cho Rim dan Moo Gak tersenyum melihat tingkah anak buah Inspektur Sa lalu berjalan pulang sambil berpelukan. 

Moo Gak melihat menu makanan yang sangat banyak di meja makan lalu mengajak Cho Rim duduk untuk makan. Cho Rim membawa panci berisi sup memberitahu ia sudah memasak dua porsi untuk mereka makan.
“Ini benar-benar enak? Dari mana ini?” tanya Moo Gak menunjuk acar lobak
“Wanita di lantai atas yang memberikannya kepada kita. Aku membantunya menemukan kunci mobilnya di kotaknya.” cerita Cho Rim
“Dan kentangnya enak juga!” kata Moo Gak mencoba kentang dengan gohujang
“Itu sebenarnya dari wanita di lantai bawah. Aku menangkap orang yang terus melemparkan puntung rokok di pintu!” cerita Cho Rim
“Aku suka kacang ini.” ucap Moo Gak
“Itu dari kepala asosiasi warga. Aku menangkap orang yang tidak pernah mengikuti aturan pembuangan sampah. Dia adalah orang yang tinggal sendirian di lantai keenam gedung sebelah kita. Aku menangkapnya dengan bau rokok elektrik di kantong sampah.” cerita Cho Rim
Moo Gak melihat semua makanan itu sangat mengerikan. Cho Rim menegaskan kalau ia jua masak sebagian bukan diberikan orang semua. Moo Gak tersenyum mengingat mereka akan bulan madu besok, terdengar bunyi ponsel dan telp dari Kang Hyun ke ponsel Moo Gak. Cho Rim langsung menyuruh Moo Gak tak mengangkatnya.
Kali ini ponsel Cho Rim yang berdiri, Detekti Ki mencoba menelpnya. Moo Gak menyuruh Cho Rim mematikan ponselnya segera. Cho Rim khawatir semua detektif tahu mereka akan pergi bulan madu ke thailand besok. Moo Gak mengajak Cho Rim berdoa bersama supaya tak ada lagi gangguan untuk bulan madu mereka. 

Detektif Ki mengeluh karena merasa menganggu Moo Gak dan Cho Rim bulan madu, Kang Hyun membawa berkas kasusnya  yang harus diperiksa lagi, sebagai detektif mereka harus membantu apabila seseorang tak bersalah. Detektif Yeh setuju menurutnya Cho Rim dan Moo Gak bisa bulan madu kapan saja.
“Kedua ponsel mereka tidak aktif. Melihat dari  meteran listrik mereka berjalan, sepertinya mereka tidak ada di rumah. Aku pikir mereka sudah berangkat ke bandara.” kata Detektif Yeh melaporkan dari apartement Cho Rim dan Moo Gak
“Aku telah di bandara sejak pagi. Nama mereka masih belum ada di daftar penumpang… Aku pikir informasi kita bocor, Inspektur. Aku tak berpikir mereka akan muncul di bandara!” lapor Detektif Ki yang sudah mengunakan kostum berlibur menunggu dibandara.
“Apa? Jadi kita masih tak tahu di mana mereka? Itu tidak mungkin! Tangkap mereka sekarang…Bawa mereka sekarang.” teriak Kang Hyun Frustasi menutup telpnya
“Keduanya tidak akan datang ke sini seperti itu. Mulai hari ini, Polres Selatan mendapatkan tim untuk kasus-kasus khusus. Namaku Yum Mi, dan aku kepala baru dari tim.” ucap Yum Mi masuk ke dalam ruangan kepolisian 

Moo Gak mengendarai sepeda dan Cho Rim duduk manis bagian belakang dengan balon yang menghiasi sepeda. Ia menyukai sepeda bulan madu mereka, Moo Gak mengutarakan perasaan kecewa karena ia tak bisa melihat Cho Rim mengunakan pakaian renangnya dan mengakui dirinya lebih suka dengan bikini.
“Aku memberitahumu yang sebenarnya, aku memakainya sekarang.” ucap Cho Rim malu-malu
“Benarkah? Kau? Biarkan aku melihat.” goda Moo Gak
Cho Rim malu membahasnya, Moo Gk pikir tak usah malu karena mereka sudah menikah. Cho Rim beralasan ini bukan tempat yang tepat dengan bikini. Moo Gak mengajak Cho Rim pergi ke thailand saja dengan sepeda mereka. Cho Rim tertawa bahagia dengan memegang pinggang Moo Gak. 

Di tepi danau keduanya duduk bersama, Moo Gak merasakan suasana seperti ini sangat indah. Cho Rim merasakan suasana, udar dan pemandangan bisa ia nikmati bersama dengan Moo Gak dan tak akan pernah dilupakan. Moo Gak setuju, tiba-tiba Cho Rim menangis haru dan berpura-pura itu karena ada angin.
“Itu karena kau cengeng. Tapi sekarang… Kau harus memanggilku sesuatu yang berbeda dari “Petugas Choi.”” ucap Moo Gak
“Kalau begitu…Antara Sayang, cintaku, dan kekasihku. Pilih salah satu.”kata Cho Rim
“Aku mencintaimu, sayang.” kata Moo Gak
“Aku mencintaimu, cintaku.” balas Cho Rim dengan air mata harunya.
Keduanya saling berpandangan lalu tersenyum sumringah, Cho Rim menaruh kepalanya di pundak Moo Gak lalu menarik tangan Moo Gak untuk memeluknya. Tangan Cho Rim pun memeluk erat pinggang Moo Gak. Ponsel Moo Gak bergetar dan telp masuk dari Yum Mi, tapi sepertinya mereka tak mau diganggu untuk bulan madu mereka. 

Moo Gak kembali mengendarai sepedanya ke pinggir sungai sambil menanyakan apakah mereka harus pergi memecahkan suatu kasus dan Cho Rim turun dari sepeda yang sudah berhenti.
“Kau bilang aku tidak harus menjawab panggilan siapa pun! Apakah seseorang menghubungimu? Siapa itu? Detektif Yeh, Detektif Ki Atau Inspektur Kang?” teriak Cho Rim kesal
“Letnan Yum. Mereka sekarang punya tim terpisah untuk kasus-kasus khusus. Ini kasus di mana sembilan warga dari kota di Provinsi Gangwon hilang bersama-sama!” cerita Moo Gak
“Itu tidak ada… Tak masuk akal…” kata Cho Rim
“Benarkah? Itu omong kosong saja !!!” balas Moo Gak setuju
“Omong kosong! Bagaimana sembilan orang bisa menghilang bersama-sama? Aku tidak penasaran sama sekali!” kata Cho Rim merasa bulan madu mereka penting
“Aku tidak tertarik dalam hal ini!” ucap Moo Gak
Keduanya tiba-tiba saling menatap dan tersenyum, Moo Gak membalikan arah sepedanya, Cho Rim siap duduk dibelakang dengan balon yang mengikutinya dan membunyikan suara klakson dari mulutnya. Moo Gak juga ikut membunyikan seperti sudah tak sabar ingin memecahka kasus dengan istrinya.
The End 

Komentar 

Iri banget ih sama pasangan Cho Rim & Moo Gak, Chemistrynya dapet banget, apa karena Yoo Chun bisa ngebawa suasana enak yah, waktu di Iron Man keliatan aja adeganny kaku gitu. Btw ini jadi drama Yoo Chun terakhir yah sebelum wamil, wahhh akan kangen sama Oppa Yoo Chun nih 2 tahun. 
Emmmm… sebenarnya sedih juga sih sama nasib Jae Hee yang mati tapi klo ga kaya gitu pasti otak liciknya terus ada, sama kaya bisnis narkoba kalo ga mati bandarnya yah susah. ^_^ Tapi ada satu scene yang agak kurang gimana gitu, waktu di tepi danau ada dua sepeda yang sama dengan balon tapi cuma dipake satu, nah satu lagi dikemanain??? *dibawa sama krunya pasti* hehehehe
Kurang juga sama scene kissnya, harusnya waktu mereka saling memangggil sayang dan cinta sebagai pasangan suami istri ada kissnya setelah itu, serasa hambar cuma pandang-pandangan. Secara keseluruhan suka sama drama ini, bikin geregetan, penasaran sama akhirnya. Pemainnya punya karakter, ini aku jadi suka sama Detektif Yeh, terlihat cute waktu rambutnya dikeatasin. hihihihi… Menunggu jadi pemeran utama yah… ^_^ 
Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 16 Part 2 | Maressa Bernadetta | 4.5
error: Content is protected !!