Tunggu, sedang memuat. . .

Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 15 Part 2

Moo Gak mengajak Cho Rim ke restoran untuk makan lalu izin untuk pergi ke toilet, padahal ia sebenarnya pergi ke parkiran mobil. Terlihat Cho Rim yang datang tertawa melihat Moo Gak lalu Moo Gak membuka bagasi mobilnya terlihat beberapa balon berterbangan keluar dan menarik sebuah spanduk panjang bertuliskan [Maukah kau menikah denganku?]
Cho Rim terharu dan langsung memeluk Moo Gak mengucapkan terimkasih. Moo Gak menutup matanya dengan berkhayal sedang memeluk Cho Rim sambil menciumnya, terdengar bunyi suara yang cukup keras, mobil yang akan parkir tak sengaja menyentuh mobilnya. 

Bagasinya terbuka dan semua balon dan juga spanduknya terbang tanpa bisa diselamatkan, si pengemudi meminta maaf karena membuat kekacauan. Moo Gak histeris melihat semua persiapan lamarannya gagal karena semua balon dan juga spanduknya terbang lalu menengok ke arah Cho Rim yang duduk direstoran.
Cho Rim sepertinya masih asik dengan memilih makanan yang akan mereka makan dengan kacamata hitamnya. 

Keduanya berjalan bersama bergandengan tangan, Moo Gak memegang cincin disaku celananya sambil bergumam “Aku harus melamarnya segera…Tapi bagaimana aku harus melakukan ini? Seperti apa acara yang harus ku lakukan?” lalu wajahnya tersenyum memikirkan idenya.
Moo Gak sudah berlutut dengan satu kaki melakukan “serenade” dengan taburan bunga mawar seperti jatuh dari langit.
“Oh Cho Rim…Setelah bertemu denganmu…Aku menyukai kenyataan bahwa aku bisa menyentuh rambut lembutmu. Melalui angin yang kasar. Di bawah atap yang basah. Kenyataan bahwa aku tidak sendirian. Karenamu, yang telah selalu di sisiku…aku masih ada.”ucap Moo Gak menyanyikan rayuannya
Lalu ia mengutarakan niatnya untuk melamar Cho Rim menikah dengannya. Cho Rim menangis haru, beberapa orang yang berkumpul di depan air mancur bertepuk tangan berteriak mengatakan Ya. Cho Rim akhirnya mengambil cincin ditangan Moo Gak. 

Moo Gak menarik tangan Cho Rim dan menaruh didadanya, sambil mengatakan kalau Cho Rim ada didalam dadanya sekarang, lalu mengutarakan rasa sayangnya kembali dan memeluknya dengan erat. Semua berteriak menyuruh mereka berciuman, Cho Rim masih terharu dengan cara Moo Gak melamarnya.
Terlihat Moo Gak yang tersenyum bahagia membayangkan cara sempurna untuk melamar Cho Rim, terdengar suara Cho Rim yang membuatnya tersadar dari lamuannya. Cho Rim merasa Moo Gak itu memikirkan sesuatu yang lucu. Moo Gak menyangkalnya dan langsung memasukan cincin ke dalam saku celananya.
“Haruskah kita pergi ke tempat lainselain tempat itu? Ada terlalu banyak orang di air mancur.” pikir Cho Rim menunjuk ke arah air mancur.
“Seharusnya ada banyak orang! Ayo kita pergi ke air mancur saja.” kata Moo Gak
“Kau hanya dapat melihat dari sini! Aku sangat haus sekarang dan ingin sesuatu untuk diminum.” keluh Cho Rim,
“Tunggu sebentar, air mancur ini dimaksudkan untuk dinikmati dari dekat! Ayo pergi!” ucap Moo Gak yang tetap mengajak Cho Rim pergi untuk melakukan rencananya. 

Moo Gak sudah menyimpan cincin dalam kepalan tanganya, sampai di depan air mancur ada yang melakukan “serenade” dengan  memberikan sebuket bunga. Cho Rim berkomentar membenci orang melamar seperti itu. Beberapa orang yang berkumpul juga melihat dengan wajah heran. Moo Gak melonggo karena rencananya bukan sesuatu yang disukai Cho Rim.
“Apa kau tak merasa buruk untuk gadis itu? Aku tak tahu kenapa pria berpikir gadis akan menikmati sesuatu seperti ini!” bisik Cho Rim melihat si wanita yang sangat malu dengan kelakuan pacarnya
“Ayo pergi, Cho Rim. Aku sudah melihat semuanya. Ayo kita cari minum!”ajak Moo Gak mencoba menghindari air mancur.
Cho Rim berusaha untuk tetap melihat saat si wanita malah memukul pacarnya dengan sebuket bunga. Moo Gak dengan cepat menarik Cho Rim pergi dari air mancur.

Moo Gak berjalan di atas pasir dan berusaha menyembunyikan cincin di pasir lalu berpura-pura saat mereka berjalan ia berpura-pura tali sepatunya belum dilepas, saat itu juga ia berpura-pura mengikat tali sepatu dan mengambil cincinya dari pasir. Semua rencananya pun sudah bisa siapkan.
Cho Rim datang dengan membawaka minuman, Moo Gak mengajaknya berjalan berkeliling lebih dulu.  Cho Rim merasa Moo Gak aneh karena selalu menyeretnya kesana kemari.  Moo Gak berpura-pura tali sepatunya lepas lalu berjongkok mencari cincin di pasir, tapi cincinya menghilang.
“Apa yang kau lakukan sekarang?” tanya Cho Rim binggung, Moo Gak belum juga menemukan cincin yang disembunyikan
“Wow! Lihatlah betapa cantiknya tab kaleng ini! Aku pikir mereka masih membuatnya seperti ini!” teriak Moo Gak mencoba mengalihkan pada pembuka kaleng yang ada diatas pasir.
Cho Rim benggong, Moo Gak akhirnya melempar pembukan kaleng dan mencari sampai dengan meraba bagian bawah pasir. 

Beberapa saat kemudian, Moo Gak belum berhasil menemukannya, Cho Rim kesal karena Moo Gak tak memberitahu ingin main pasir dan mengajaknya pergi saja.. Moo Gak yang merasa sedih mengatakan tak bisa pergi dari tempat itu
“Apa alasannya? Kenapa kau tak bisa pergi? Yang dibutuhkan hanya melangkah pergi. Betapa frustrasinya aku!” teriak Cho Rim memukul dadanya karena tak bisa menahan rasa kesalnya.
“Aku sangat menyesal, Cho Rim. Tapi aku harus pergi ke kamar mandi. Jangan pergi ke mana pun. Tetap di sini!” ucap Moo Gak berlari ke toilet. 

Moo Gak mengajak kesebuah taman yang dipenuhi dengan lampu warna warni yang sangat indah. Cho Rim heran Moo Gak yang selalu mengajaknya berkeliling ditaman padahal ia sangat lapar. Moo Gak meminta parfum milik Cho Rim lalu berlari keatas jembatan dan meminta Cho Rim tetap berdiri di tempat itu.
Cho Rim melihat Moo Gak menuliskan dilangit dengan parfumnya terlihat tulisan “maukah kau…” lalu Moo Gak bersusah payah sambil loncat-loncat menuliskan kalimat yang dinginkan. Cho Rim bisa membaca tulisan [Maukah kau menikah denganku?]
Moo Gak melihat Cho Rim terlihat cemberut, lalu Cho Rim tersenyum dan memberikan tanda cinta dengan tanganya. Moo Gak tersenyum dengan memberitkan tanda cinta dengan tangannya. Lalu berlari ketempat Cho Rim berdiri dan memeluknya, dan memberikan kecupan di bibir sebanyak 3 kali dan kembali memeluk Cho Rim. 

Cho Rim melepaskan pelukan Moo Gak karena teringat sesuatu, tangannya mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. Moo Gak kaget karena Cho Rim menemukan cincin yang seharusnya ia berikan.
“Di mana kau menemukan ini?” tanya Moo Gak
“Aku mengambilnya dari tempat bermain itu sebelumnya. Sewaktu kau pergi ke kamar mandi.”kata Cho Rim.
Moo Gak menghela nafas lalu memasangkan cincin pada jari manis ditangan kiri Cho Rim, melihat cincin itu sangat cantik dan kembali melamar Cho Rim secara lisan. Cho Rim menatap Moo Gak lalu menjawab dengan anggukan. Moo Gak tersenyum memeluk Cho Rim mengucapkan terimakasih dan kali ini ia mengecup Cho Rim sebanyak 4 kali. 

Jae Hee duduk sendirian di dalam penjara, matanya melirik tanjam seperti memikirkan rencana. Moo Gak baru pulang kerumah, tiba-tiba ada seseorang yang memukulnya dari belakang. Jae Hee terlihat dengan jaket dan topinya saat membunuh mencekiknya.
“Aku mengatakan itu hanya akan berakhir ketika salah satu dari kita mati!” ucap Jae Hee dan siap memukul Moo Gak dengan barbel dengan wajah penuh dendam
Cho Rim berteriak didalam kamarnya dan langsung terduduk dari tidurnya, wajahnya ketakutan seperti mimpi buruknya itu jadi kenyataan. 

Moo Gak memasak sarapan roti bakar, daging asap dan telur mata sapi. Cho Rim masih melamun memikirkan mimpinya yang menyeramkan. Moo Gak membawakan sarapan dengan menanyakan apakah Cho Rim merasa bersalah karena ia selalu datang untuk memasak sarapan dipagi hari. Cho Rim hanya tertunduk dengan wajah sedi
“Apa kau masih khawatir tentang mimpi semalam?” tanya Moo Gak
“Itu hanya mimpi, tetapi kau terluka cukup parah di dalamnya.” ucap Cho Rim khawatir
“Orang mengatakan kebalikan dari mimpi menjadi kenyataan!” kata Moo Gak
“Tapi aku masih kecewa dengan itu.” balas Cho Rim
“Kwon Jae Hee tidak akan dapat melangkah ke luar penjara lagi. Jadi jangan khawatir.” tegas Moo Gak penuh keyakinan.
Cho Rim masih tak yakin, tapi Moo Gak meyakinkan Jae Hee tak akan bisa melakukan itu. Cho Rim pikir akhir-akhir ini sering bermimpi hal-hal yang aneh. Moo Gak tak ingin membahasnya mengajak mereka sarapan saja. Cho Rim berusaha untuk tersenyum tapi dari wajahnya terlihat sangat khawatir dengan Moo Gak. 

Detektif Yeh berlari masuk ke dalam ruangan menyuruh menyalakan TV untuk menonton berita.
“Berita terkini…Sekitar pukul 17:10 hari ini mobil yang membawa Kwon Jae Hee si pembunuh berantai jatuh ke dalam Sungai Han saat melintasi Jembatan Banghwa. Saksi mengklaim bahwa mobil punya ban kempes di belakang. yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan oleng ke sungai”
Semua orang yang ada dikantor melonggo tak percaya, Jae Hee bisa masuk ke dalam sungai.
“Ada lima petugas polisi di mobil yang mengawal Kwon Jae Hee. Polisi telah memblokir Jembatan Bangwhadan mencoba untuk mengangkat mobil dari sungai. Ada juga penyelam bawah air yang bekerja mencari korban selamat Kami akan terus memperbarui berita ini karena ini masih berlangsung”

Detektif Yeh panik dengan semua yang terjadi, Moo Gak pikir itu adalah rencana Jae Hee. Kang Hyun merasa itu tak mungkin karena ada lima polisi yang menjaga Jae Hee didalam mobil.
“itu kecelakaan lalu lintas! Bahkan Kwon Jae Hee tak bisa dengan sengaja menyebabkan kecelakaan mobil di lingkungan itu!” kata Kang Hyun yakin
“Kwon Jae Hee sedang diselidiki kejaksaan sekarang. Kenapa dia menyeberangi Sungai Han?” ucap Detektif Ki binggung
“Aku pikir dia melakukan reka ulang hari ini. Sepertinya dia akan kembali ke penjara dari TKP.” kata Detektif Ki
“Dia tak akan mati, ‘kan? Dan bagaimana dengan polisi yang bersamanya?” teriak Detektif Ki makin panik
“Tim pencari akan menyelamatkan mereka” kata Detektif Yeh
“Kwon Jae Hee tak bisa hanya mati seperti ini. Dia harus dibawa ke pengadilan dan mendapatkan hukuman semaksimal mungkin!” teriak Kang Hyun
Detektif Ki pikir mereka sekarang harus berdo supaya Jae Hee selamat dari kecelakan. Kang Hyun rasa seperti itu  dan berharap tim pencari bisa menemukannya segera. Moo Gak terdiam seperti memikirkan kemungkinan yang terjadi. 

[Lima Hari Kemudian]
“Setelah mobil jatuh ke Sungai Han… pencarian dilanjutkan selama lima hari.”
Inspektur Sa memberitahu Kang Hyun kalau pencarian resmi dihentikan. Kang Hyun kaget karena dengan begitu hasilnya hanya tiga orang yang hilang dan sudah tewas. Inspektur Sa menceritakan mereka sudah menyisir bagian dasar sungai selama lima hari jadi sudah aman dengan mengasumsikan bahwa mereka sudah tewas.
“Tapi kau masih tak menemukan mayat Kwon Jae Hee ” kata Kang Hyun penuh penekanan.
“ini juga terjadi pada dua petugas polisi lainnya.Dan aku mendengar Kwon Jae Hee diborgol saat ini. Bagaimana mungkin dia bisa bertahan hidup di bawah air? Tidak mungkin!” balas Inspeketur Sa
“Jadi ini benar-benar akhir dari kasus Kwon Jae Hee?” ucap Kang Hyun dengan helaan nafasnya
“Kasus ini ditutup karena kurangnya terdakwa.” kata Insepektur Sa
Kang Hyun pikir itu sebagai hukuman bagi Jae Hee dari surga, tapi menurutnya sangat kasihan pada polisi yang tak bersalah ikut menjadi korban. 

Ketua Polisi memberikan Sertifikat Penunjukan sebagai Pejabat Senior pada Choi Moo Gak dan juga karangan bunga, polisi lainnya memberikan tepuk tangan pada tim investigasi khusus.
“Untuk menangkap pembunuh berantai…semua orang di Tim Investigasi Khusus dipromosikan naik satu pangkat. Kemudian mereka kembali ke pos reguler mereka.”
Semua anggota mempersilahkan foto bersama dengan sertifikat dan bergaya dengan pakaian polisi, tak lupa mereka memperlihatkan gaya gokil sebagai seorang polisi. 

Perawat mengendong bayi mungil dari dalam ruangan, Kang Hyun melihat dengn mengendong anak balita dalam gendongannya.
“Inspektur Kang mendapat seorang putri yang dia selalu inginkan.Jadi dia kini punya enam putra dan satu putri”
Semua anak laki-laki Kang Hyun berderet melihat adik perempuan mereka satunya.
Detektif Ki kembali melakuka penyamaran saat itu Elena Vashilivnashivanova kembali menelpnya. Detektif Ki seperti bisa mengatakan pacarnya tak bisa datang, tapi kali ini berbeda Elena memberitahu ia sudah datang di tempat Detektif Ki berada.
Seorang wanita bule datang dengan kacamata hitamnya melambaikan tangan, Detektif Ki menyambutnya dengan gembira dan langsung berpelukan dan menyatakan cinta dengan bahasa rusia.
“ Detektif Ki melanjutkan gairah cintanya dengan Shivanova.”

Sebuah papan nama “Yeh Chang Kook, CEO” Ayah Detektif Yeh yang sudah beruban meminta anaknya untuk kembali dan belajar menjalankan perusahaan. Detektif Yeh mengutarakan dirinya ingin tetap menjadi polisi dan akan menjdi kepala Departemen Pidana Pembunuhan suatu hari.
Sang Ayah mengambil stick golf dan siap menghajar anaknya, Detektif Yeh mencoba menghindar dengan mengambil vas kesayangan ayahnya. Dengan cepat ayahnya melepaskan stick golfnya supaya Detektif Yeh tak menjatuhkan vas kesayangannya.
“Ternyata Detektif Yeh adalah anak tunggal dari CEO sebuah perusahaan besar. Dia menolak untuk mengambil alih perusahaan dan memutuskan untuk tetap berada di kepolisian”
Yum Mi sedang berbicara disebuah lapangan, tiba-tiba seseorang pria memanggilnya Profesor dan memberikan sebuket bunga lalu berlari dan sempat terjatuh karena terkena lemparan bola. Yum Mi tersenyum melihat si pria yang memberikan sebuket bunga.
“Letnan Yum menjadi seorang profesor kriminologi. Dan Aku…”

Moo Gak dibawa Kang Hyun diruang rapat, dengan wajah berbinar-binar Kang Hyun menanyakan apa terjadi sesuatu karena Moo Gak ingin berbicara padanya secara pribadi. Moo Gak menyerahkan surat, Kang Hyun membalikan tertulis [Surat Pengunduran Diri]
“Saya keluar dari kepolisian untuk kembali ke akuarium.” ucap Moo Gak
“Surat pengunduran diri?”ucap Kang Hyun melongggo, Moo Gak hanya bisa mengucapkan permintaan maafnya lalu pergi.
Cho Rim kembali ke tempat rombongan frog, sudah ada In Bae dan Woo Ya duduk dimeja juri
“Aku hanya bertemu dengan anak-anak yang lari dari rumah. Tapi… Setelah aku mengatakan kepada mereka bahwa aku dari sebuah stasiun televis dan  aku ingin membantu. Lal Aku bertanya kepada merekaapa yang paling mereka butuhkan. Jawaban anak-anak benar-benar mengejutkanku. Mereka semua menginginkan tanda tangan Big Bang.” cerita Cho Rim lalu tertawa sendiri
In Bae berkomentar itu tak lucu, Ketua Rombongan binggung bagian mana yang harus merek tertawakan. Woo Ya pikir ada yang sal dengan Cho Rim. Tapi Cho Rim tetap berusaha membuat lawakan supaya semua tertawa.
“Cho Rim kembali ke rombongannya dan mulai tertawa lagi.”

Moo Gak mengajak Cho Rim pergi ke Show Room untuk melihat tata letak perambotan mereka jadi nanti mereka tinggal menandatangi sewa dengan pemilik. Cho Rim mengeluh harga sewa rumah selalu naik saja lalu keduanya masuk ke dalam toko.
“Kami memutuskan untuk menikah bulan ini.”
Cho Rim melihat design ruangan TV yang cantik, Seorang pegawai mendatanginya melihat keduanya yang akan menikah maka menyarankan untuk memilih design interior sekarang karena mereka akan mendapatkan diskon 50%
“Apa Ini akan sama dengan apa yang ada di sini sekarang?” Tanya Moo Gak
“Ya.Kami akan memasang segala sesuatu dalam cara yang sama persis, termasuk perabotan!” kata si pegawai.
Moo Gak berbisik kalau potongan 50% sangat bagus, Cho Rim sebagai calon ibu rumah tangga tetap memint potongan lebih besar lagi. Di depan gedung yang cukup tinggi, Moo Gak memegang payung bangga melihat tempat tinggal mereka setelah menikah. Cho Rim memeluk erat Moo Gak karena senang dengan kata-kata yang diucapkan Moo Gak.
“Ayo pergi, istriku tercinta.” goda Moo Gak
“Kita belum menikah.” keluh Cho Rim melepaskan pelukannya.
“Oke. Tapi aku memanggilmu istriku segera setelah kita menikah!” kata Moo Gak
Cho Rim menyuruh Moo Gak tak boleh kurang ajar dan pergi, Moo Gak mengatakan ia marah, Cho Rim tak peduli tapi kembali berjalan memeluk pinggang Moo Gak dengan sangat erat. 

Keduanya sudah ada didalam rumah dan siap membuat video, mereka saling memperkenalkan pasangannya, Cho Rim memperkenalkan Moo Gak begitupun sebaliknya lalu keduanya bersama mengatakan akan menikah. Cho Rim melihat wajah Moo Gak yang datar.
“Tunggu. Apa yang salah dengan wajahmu? Seseorang mungkin berpikir kau dipaksa!” komentar Cho Rim.
“Aku pikir aku berlatih terlalu banyak sebelumnya. jadi Otot wajahku tidak bekerja!”kata Moo Gak lalu melakukan senang wajahnya
Cho Rim mengajak Moo Gak mengulang lagi, mereka mengatakan “Harap datang ke pernikahan kami dan rayakan dengan kami! Kami akan hidup bahagia selamanya!” lalu Cho Rim bersujud sendirian.
“Kita sepakat melakukan hanya setengah membungkuk untuk yang satu ini!” komentar Moo Gak menepuk pundak Cho Rim yang bersujud.
Mereka memulai untuk ketiga kalinya dengan saling mengenal pasangan masing-masing mengatakan mereka akan menikah.
“Aku berjanji untuk menjadi istri yang lucu dan nyaman.” ucap Cho Rim tersenyum dengan memegang pipinya.
“Aku berjanji untuk menjadi suami yang hangat dan mengagumkan!” ucap Moo Gak dengan memperlihatkan badannya yang kekar
“Harap datang ke pernikahan kami dan rayakan dengan kami! Kami akan hidup bahagia selamanya!” ucap Keduanya dengan membukungkan badannya. 

Kang Hyun dkk keluar dari kantor polisi dengan jasnya, Detektif Ki menanyakan apakah Kang Hyun sudah siap dengan pidatonya. Kang Hyun merasa tak perlu banyak bicara, karena dirinya adalah contoh hidup dalam kesuburan
Yum Mi datang berjalan memasuk kantor, beberapa polisi yang sedang berbaris langsung memalingkan wajahnya karena kecantikannya. Kang Hyun juga kaget seperti melihat bidadari yang turun dari langit lalu mengodanya seperti Yum Mi yang ingin menikah hari ini karena terlihat sangat cantik.
“Kau membuatku malu. Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali! Kalian terlihat terlalu hebat!” sapa Yum Mi
“Hormat, gerak! Yum Mi!” ucap Kang Hyun memberikan aba-aba untuk hormat. Yum Mi tertawa lalu ikut memberikan hormat. 

Moo Gak dan Cho Rim melakukan pemotretan dulu didepan akuarium tempat mereka menikah. Dengan pose merangkul Moo Gak, mengandeng Moo Gak dan keduanya sama-sama melirik ke kamera dengan dahi menempel.
Ae Ra meminta Cho Rim untuk segera bersiap-siap karena para tamu pasti akan datang. Cho Rim pamit untuk pergi ke kamar pengantin. Keduanya keluar dari ruangan bersama, Kang Hyun dkk tak sengaja berpapasan dengan calon pengantin.
Kang Hyun memberikan selamat dengan pelukan, lalu memuji Cho Rim yang terlihat sangat cantik. Dua detektif pun memberikan selamat dengan gayanya. Cho Rim meminta Detektif Ki  bisa memimpin pernikahan mereka nanti.
“Oke! Apa kau pikir kau bisa melakukan 100 push-up dengan Cho Rim duduk di  punggungmu?” tantang Detektif Ki
“Jangan meminta hal-hal seperti itu. Mereka buruk! Kenapa dia harus membuang energinya?” keluh Detektif Yeh, Cho Rim hanya bisa tersenyum saja.
Yum Mi memuji keduanya terlihat sangat cantik dan tampan untuk hari ini dan sangat serasi. Cho Rim  dan Moo Gak mengucapkan terimakasih atas pujiannya. Ae Ra berbisik pada Cho Rim untuk memperkenalkan Detektif Yeh padanya karena sangat tampan dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Cho Rim memukul temannya lalu mempersilahkan semua masuk ke ruangan. 

Seseorang pria turun dari tangga dengan sepatu mengkilat dan terlihat rapih dari pakaiannya. Rombongan Frog datang, Ketua menanyakan apa yang membawa Moo Gak datang ke Seoul karena ia pikir Moo Gak akan  menjadi pelawak!
“Aku ingin menjadi sepertimu dan bertemu seorang gadis Seoul! Aku mencoba yang terbaik, tapi aku masih berakhir dengan seorang gadis Jeju!” ucap Moo Gak mengunakan lawakannya, lalu membuat wajah lucu saat berteriak
Cho Rim tak bisa menahan tawanya melihat Moo Gak melucu di depan teman-teman rombongan sirkus. Semua memberikan tepuk tangan karena Moo Gak memang benar-benar sangat lucu.
“Choi Moo Gak, kau lucu! Bergabunglah dengan kami jika kau membenci kehidupan pernikahanmu!” pesan Ketua Rombongan, Cho Rim langsung protes
“Aku hanya bercanda! Jadi Selamat! Aku telah mengirim kalian banyak uang!” kata Ketua Rombongan yang terdengar melebih-lebihkan. Moo Gak mengucapkan terimakasih.
“Kau telah membuat pilihan yang tepat, Cho Rim. Menjalani kehidupan pernikahan bukannya menjadi pelawak tidaklah buruk!” komentar Woo Ya
“Aku berencana untuk terus menjadi pelawak setelah pernikahan!” kata Cho Rim
In Bae tiba-tiba memanggil Ae Ra dengan berteriak kalau wanita itu adalah  tipenya lalu memberikan kiss bye. Ae Ra ketakutan mengajak Cho Rim cepat pergi saja karena waktunya hanya tingga 15 menit sebelum masuk ke acara pernikahan. 

Cho Rim menambahkan make up di bibirnya dan wajahnya, teman-temannya datang langsung masuk ke dalam ruangan dengan jeritan bahagia. Mereka semua tak percaya Cho Rim akan menikah, Ae Ra memberitahu waktunya acara penikahan akan dimulai, teman-temannya pun akhirnya keluar ruangan.
“Aku akan melihat apa yang terjadi di ruang utama.” ucap Ae Ra lalu keluar dari ruangan dan Cho Rim merasakan sangat gugup sekarang. 

 Ikan pari yang berenang dan juga ikan warna-warna cantik menghiasi pernikahan Cho Rim dan Moo Gak, suara orchestra kecil juga menjadi tanda dimulainya acara penikahan. Yum dkk duduk dibagian depan sebelah kiri sementara rombongan sirkus duduk dibagian kanan.

“Kami sekarang akan memulai upacara pernikahan Tn. Choi Moo Gak dan Nn. Oh Cho Rim. Sekarang, mempelai pria akan datang ke altar. Silakan beri tepuk tangan meriah ke mempelai pria yang tampan! Masuklah, Tn. Mempelai Pria!” ucap Detektif Ki
Moo Gak melangkah masuk dari lorong akurium besar ke dalam altar penikahan, semua memberikan tepuk tangan yang meriah, Kang Hyun mempersilahakn Moo Gak untuk membalikan badan menyambut penganti wanita
“Dan sekarang, bintang upacara… pengantin wanita akan datang ke altar. Saya meminta semua tamu untuk berdiri menyambut pengantin yang anggun! Tolong beri tepuk tangan ketika dia masuk”
Cho Rim menarik nafas berkali-kali untuk menahan gugupnya, dengan mendengar suara Detektif Ki yang memanggilnya untuk masuk. Saat itu pintu ruangannya terbuka, seseorang  berdiri didepan pintu. Cho Rim melihat ada aroma yang sangat ia kenal.

Pria itu melangkah masuk ke dalam, Cho Rim melihat samar-samar lalu terlihat dengan jelas wajah Jae Hee dengan kacamata hitamnya memberikan tepuk tangan dengan jas rapih. Cho Rim kaget melihat Jae Hee yang datang ke pernikahannya, terlihat wajahnya sangat ketakutan.
“Selamat atas pernikahanmu. Cho Rim.” ucap Jae Hee lalu melepaskan kacamatanya.
Semua tamu menunggu Cho Rim datang tapi belum juga muncul. Detektif Ki kembali memanggil mempelai wanita itu masuk. Yum Mi seperti merasakan sesuatu, memasuki ruang tunggu penganti wanita, matanya melotot kaget Cho Rim tak ada disana. 
Yum Mi berlari masuk ke tempat pernikahan memberitahu pada Moo Gak kalau Cho Rim menghilang.  
“Pengantin wanitanya menghilang!” teriak Yum Mi memberitahu tamu yang lainnya.
Kang Hyun, Detektif Ki dan Yeh melotot kaget, semua rombongan gelisah karena tiba-tiba Cho Rim menghilang. Moo Gak berlari memanggil Cho Rim keluar dari tempat pernikahan.
bersambung ke episode 16 
Komentar 
Ini yang buat cerita bikin emosi naik turun,dibuat tegang, ketawa, bahagia dan kembali tegang. Jae Hee otak pinternya dipake buat ngebunuh orang. Kaya obsesinya dengan cerita hidup orang lain itu bikin dia jadi gila. Pingin tahu sejelas-jelasnya gimana itu si Jae Hee bikin alibi tapi ga diceritain, mungkin belum. 
Katanya kok nanti akhirnya Jae Hee mati yah, karena kan katanya kalau mau berakhir salah satunya mati, klo Moo Gak yang mati jadi sad ending dong. Btw yang jadi Detektif Yeh dengan tatanan rambut dikeatasin terus pake Jas ganteng yah.. Sayang Moo Gak kurang cocok nih rambutnya pas pake jas. T_T 
Sinopsis The Girl Who Sees Smells Episode 15 Part 2 | Maressa Bernadetta | 4.5
error: Content is protected !!